• 2

    Dec

    Bangkitlah Bangsaku, Harapan Itu Masih Ada

    Oleh : Adi Supriadi *) Maraknya pemberitaan di media massa tentang jatuhnya korban hingga meninggal dunia akibat kelaparan dan kemiskinan di banyak daerah, membuktikan program anti kemiskinan pemerintah belum begitu efektif. Di sisi lain tampaknya pemerintah tetap mengabaikan dan tidak menganggap hal itu sebagai hal serius yang harus segera dituntaskan. Melambungnya jumlah penduduk miskin telah menjadi fakta yang tidak terbantahkan. Melonjaknya harga berbagai kebutuhan pokok membuat beban hidup yang membelit sebagian besar rakyat semakin berat. Jatuhnya korban yang meninggal akibat kelaparan atau tidak mampu berobat yang mencuat di media massa, hanyalah fenomena gunung es. Kita tahu persis, di lapangan jumlahnya bisa lebih besar lagi dibandingkan yang terungkap di media massa. Sudah jatu
  • 1

    Dec

    Jangan Baru Bisa Mimpi, Bangkitlah Bangsaku

    Oleh : Adi Supriadi *) BARU bisa mimpi. Mungkin, seperti itulah Indonesia saat ini. Betapa tidak, negeri yang memiliki segalanya, tetapi kekurangan juga dalam segala hal. Bayangkan, kita memiliki lautan yang amat luas, tapi isi laut yang melimpah itu tidak membuat para nelayan kita sejahtera. Tanah pertanian kita juga cukup luas, tetapi petani-petani kita tetap saja kekurangan beras. Para pekerja kita juga punya potensi yang sama dengan pekerja luar negeri, tetapi para pekerja dan buruh kita hidup dalam kenestapaan. Mereka tetap dalam wajah yang sama seperti Indonesia yang disebut negara berkembang kalau tidak mau disebut negara miskin. Bumi kita ini adalah tanah surga kata sebuah lagu. Tongkat dan kayu saja bisa menjadi tanaman. Namun, alangkah ironisnya kita tidak pernah unggul dalam
  • 27

    Nov

    Belajarlah Untuk Jadi Bangsa yang Maju

    Oleh : Adi Supriadi*) Satu hal yang sangat penting untuk disadari oleh kita bahwa di dalam ajaran berfikir Positif atau husnudzon selalu ada kekuatan yang tanpa kita sadari akan membuat kita lebih menarik, simpatik dan energik. Aura kecantikan akan terlihat indah dipandang oleh orang-orang di sekitar kita karena kita telah menyalurkan energi positif kepada mereka. Mengapa Allah mengajarkan Husnudzon kepada kita? Bahkan berkali-kali ditegaskan didalam firman-Nya bahwa jika berburuk sangka atau berfikir dan kemudian berkata negatif itu adalah seburuk-buruk perkataan. Saya yakin, di sekeliling anda masih banyak orang yang berfikir negatif terhadap orang lain, bahkan yang berbahayanya adalah berfikir negatif terhadap apa-apa yang telah Tuhannya tetapkan. Mereka senang mengeluh, menghakimi
-

Author

Follow Me