Testimoni

6 Dec 2009

PETA JALAN HIJRAH BERSAMA ADI SUPRIADI

Oleh : Andri Abdul Aziz El Hakim

Sekarang, pak Adi, salah satu teman saya yang hebat itu akan mulai menjalankan koperasi karyawan. Tentu saja koperasi ini dipercayakan kepada beliau karena akan dikembangkan dengan sangat luar biasa. Bisnisnya, permodalannya, keanggotaannya, dsb. Sehingga orang yang memiliki energi luar biasalah yang kami percaya untuk menjalankannya.

Kepercayaan ini adalah ucapan selamat tahun baru hijriyah 1430 yang tepat diberikan kepada beliau. Pak Adi dengan sepak terjangnya menunjukkan kelas SDM yang berbeda. Pak Adi dengan geraknya yang mandiri dan inspiratif membuat pemberian kepercayaan ini adalah sesuatu yang pantas diberikan kepada beliau.

Selamat tahun baru hijriyah 1430 pak Adi. Semoga semangat hijrah menjadi inspirasi bagi peningkatan eksistensi kita dari tahun ke tahun. Dan itu sudah pak Adi buktikan. Eksistensi pak Adi dan kita semua adalah hijrah kita.

Ya, inilah hijrah kita. Menapaki eksistensi yang lebih berarti.

Pak Adi, mungkin ingat bahwa momen hijrah adalah ujung sebuah rangkaian panjang suatu proses. Dimana ketika proses ini kita lalui, terpenuhilah, untuk siapapun; menjadi manusia yang hebat. Bahkan menjadi manusia yang paling hebat, seperti yang ditunjukkan Muhammad saw.

Isra Miraj Membentuk Visi

Rangkaian panjang itu dimulai dengan momen Isra Miraj di bulan Rajab. Inspirasi yang kita peroleh dari Isra Miraj ini adalah bagaimana kita mendapatkan dan menetapkan visi. Seperti kita ketahui saat Isra Miraj inilah Muhammad saw mendapat gambaran tentang masa lalu dan masa mendatang. Sehingga beliau mendapat pandangan yang integral tentang hidup ini.

Sejak awal kita bertemu waktu itu, saya yakin dengan sikap optimis yang dimiliki pak Adi ini luar biasa. Banyak kegiatan yang dilakukan dengan sempurna bahkan diluar yang saya harapkan dan saya duga. Tidak mungkin hal itu muncul kecuali karena suatu keyakinan.

Pembentukan visi ini memberikan hasil: 1. optimis dan 2. sabar. Seseorang yang memiliki visi berbeda dengan yang seadanya. Keinginan kerja-kerjanya besar dan selalu ingin berbuat, sempurna. Karena ia selalu membayangkan obsesi yang luar biasa di ujung sana.

Optimis adanya di dalam benak sebagai bentuk internal kerja batin. Sedangkan sabar adalah ekspresi dari fisik untuk mengerjakan sesuatu. Seseorang yang telah memiliki visi yang benar dan hebat akan masa depan, maka ia akan memandang masa depan dengan optimis dan melalui tantangannya dengan sabar.

Sikap optimis melahirkan kesabaran untuk melalui tantangannya. Karena visinya menjaga ia untuk bertahan melakukan sesuatu.

Saya cukup faham, bagaimana waktu itu pak Adi menawarkan program tabungan kepada satu persatu karyawan. Cibiran dan pandangan sebelah mata mungkin sudah menjadi makanan sehari-hari. Tapi itu dengan sabar dilakukan karena sebuah keoptimisan bahwa ini akan berjalan dengan baik.

Sebaliknya kesabaran melakukan kerja-kerja berat menyelesaikan berbagai tantangan juga menambah keoptimisan. Karena buah-buah kerja itu juga menjadi pupuk sebuah keoptimisan. Ternyata bisa ya. Inilah yang menambah keoptimisan.

Jadi, begitulah optimis dan sabar saling mengisi untuk terus mengokohkan konstruksi visi kita tentang masa depan.

Beda lho pak Adi, antara orang yang memiliki visi dengan yang tidak memiliki visi. Memiliki visi ini adalah efek dari shalat. Sebagaimana kita ketahui oleh-oleh Muhammad saw ber-Isra Miraj adalah shalat. Kita tahu ibadah shalat adalah password. Ketika baik shalatnya, maka amal-amalan lain dihitung. Ketika kita memiliki visi, maka sekecil apapun yang kita lakukan saat ini selalu akan berarti atas hasil yang diperoleh di masa mendatang.

Kalau pada saat itu pak Adi memberi sebuah bolpoin kepada seseorang untuk mencatatkan tabungan. Maka ketika hari ini program tabungan koperasi ini menjadi sesuatu yang luar biasa, misalnya mendapat bantuan modal dari perbankan, maka kebaikan sederhana pak Adi waktu itu, berupa memberi bolpoin, itu akan menjadi berarti. Karena berdampak kepada pengucuran modal dari perbankan.

Demikianlah sebuah visi bisa memberi nilai yang luar biasa kepada apapun yang kita kerjakan. Maka selalu miliki visi itu dan perbaharui disetiap shalat. Minimal untuk mengevaluasi kesesuaian visi kita dengan apa yang kita kerjakan direntang antar waktu shalat.

Puasa Meningkatkan Kapasitas

Apa yang bisa kita peroleh dari ilmu yang amaliah dan amal yang ilmiah. Dimana disana tidak lagi ada kalimat ah, itu kan teori.

Semua teori bisa diaplikasikan dan semua praktek bisa diteorikan. Bagaimana praktik yang didasari oleh perhitungan yang cermat, itu pasti akan memberikan hasil yang luar biasa. Dan ilmu yang kita konsepsikan dari sebuah pengalaman itu akan memiliki bekas di dalam benak kita dengan sangat luar biasa pula.

Itulah inspirasi dari bulan Ramadhan. Saat semua amalan berkualitas kita tunaikan. Ya, amalan berkualitas. Semua amal-amalan yang kemudian dilakukan penelusuran ilmiah dan kemudian kita kerjakan. Kemudian di telusuri lagi secara ilmiah. Dan kita lakukan lagi. Kita telusuri lagi. Maka itu akan memberikan sebuah kapasitas professional yang luar biasa.

Maka, Ramadhan merupakan momen untuk meningkatkan kapasitas. Dengan hasil yang diperoleh berupa: 3. ilmu dan 4. amal.

Pak Adi, kita cukup mengerti dengan teori-teori tentang produktifitas dan bagaimana membuat paradigma berpikir yang sehat dikalangan karyawan kita. Diantara mereka banyak yang berlatar belakang pendidikan pas-pasan. Sehingga banyak dari mereka yang berpikir terlalu pendek dan sempit.

Apa yang pak Adi lakukan dengan melakukan suatu kegiatan, kemudian di evaluasi hasilnya. Kemudian lakukan lagi. Perbaiki lagi. Jalankan lagi. Evaluasi lagi. Terus menerus saling bersahutan antara amal dan ilmu. Akhirnya berbuah kepada semakin baiknya pemahaman mereka kepada ide kebaikan yang selama ini kita tawarkan. Yakni, sebuah koperasi produktif, bukan konsumtif.

Tidak hanya itu, banyak paradigma berpikir yang sehat yang sudah bisa kita tanamkan kepada banyak dari karyawan kita. Dan sekarang mereka menikmati pertumbuhan kapasitas, karier, dsb.

Kurban Inspirasi Tentang Keberanian

Pak Adi, kita sepakatkan untuk tidak perlu melatih keberanian itu dengan mengikuti Nabi Ibrahim as secara polos, yakni menyembelih anak kita. Toh, tantangan-tantangan yang harus kita ambil pada saat ini juga membutuhkan keberanian itu.

Kita tinggal memutuskan mau mengambil resiko sebesar apa. Kemudian mau berkorban sebesar apa untuk meraihnya.

Sejauh ini banyak hal yang pak Adi kerjakan yang memerlukan keberanian itu ada. Banyak program, acara, kegiatan yang awalnya saya pikir tidak mungkin kita kerjakan. Tapi keberanian pak Adi untuk menjalankannya pada saat itu kemudian berubah menjadi keyakinan dan kepercayaan siapapun bahwa hal itu bisa dan mungkin.

Tentu saja, saya sangat yakin bahwa untuk mewujudkannya bukanlah hal mudah. Perjuangan yang luar biasa dari pak Adi untuk mewujudkannya pun pasti tertunaikan di sana.

Ya, momen kurban di bulan Dzulhijah adalah sebuah inspirasi tentang bagaimana aksi kita. Hasilnya adalah: 5. berani dan 6. berkorban.

Keberanian adanya dalam diri kita. Dan pengorbanan terkspresikan dengan gerak raga kita untuk menempuh berbagai tantangan yang ada. Seseorang yang aksinya berani dan siap berkorban berbeda dengan yang penakut dan pelit. Dia akan selalu menembus dan menemukan hal-hal baru. Yang kemudian hal baru itu akan menjadi kekuasan sang penembus atau penemunya.

Tidak ada keberanian tanpa kesiapan berkorban. Tidak akan ada pengorbanan ketika jiwa kita penakut. Maka keberanian dan pengorbanan akan saling bersahutan dalam menentukan bagaimana karakter aksi kita. Semakin berani dan semakin banyak pengorbanan, maka hasil yang diraih akan lebih luar biasa dan mengagetkan.

Tentu saja, keberanian dan pengorbanan ini didasari oleh ilmu dan pengalaman. Maka berani dan berkorban ini dilatih dan dituntut atas dasar peningkatan kapasitas yang terjadi. Keberanian tanpa memperhitungkan resiko itu tidak termasuk dalam militansi.

Tapi dari segenap perhitungan yang lengkap, maka ketika sudah terukur, buatlah aksi yang berani untuk mengambil resiko sebesar yang kita harapkan hasilnya.

Hijrah adalah Milestone Eksistensi

Maka, puncaknya adalah momen hijrah di bulan Muharam ini. Merupakan momen untuk melihat perubahan eksistensi dari segenap penetrasi yang dengan berani kita lakukan. Dengan segenap keberanian dan pengorbanan yang sudah kita tunaikan.

Hasilnya adalah: 7. mandiri dan 8. merdeka.

Dengan sepak terjang seperti disampaikan di atas, sangat wajar kalau lahir manusia yang luar biasa. Ia tidak tergantung kepada orang lain dan bebas menentukan nasibnya sendiri.

Begitulah kita fahami hijrah sebagai suatu rangkaian yang membuat manusia manapun akan menjadi manusia yang lebih baik dari tahun ke tahun. Sehingga ia akan selalu menjadi manusia terbaik.

Ya, manusia terbaik dari semua manusia.

Dan orangnya itu adalah Anda.

Ya, Anda!

Selamat menginspirasi hijrah dengan luar biasa. Eksitensi Anda tahun ini adalah sesuatu yang luar biasa yang tidak kita miliki tahun kemarin.

Dan eksistensi tahun depan yang kita cita-citakan berikutnya akan lebih luar biasa lagi dengan membangun 1. optimis, 2. sabar, dengan inspirasi Isra Miraj, 3. ilmu, 4. amal, dengan menginspirasi Ramadhan, 5. berani, 6. berkorban dengan menginspirasi dari Kurban, dan kita raih 7. mandiri, 8. merdeka dengan menginspirasi momen hijrah.

Pak Adi dan siapapun Anda, ketika mengambil pelajaran ini dengan luar biasa, tahun depan kita akan bertemu dalam tanda-tanda puncak kemuliaan yang hakiki. Selamat menjadi luar biasa!!!

LANGIT MELANGIT

Oleh : Andri Abdul Aziz El Hakim

Bapak Adi Supriadi. Begitulah namanya. Kakinya bertanduk hehehe, itu sih lagu. Tapi betul, walaupun secara fisik kaki beliau ada kekurangan, sehingga agak berat untuk melangkah. Tapi apa yang telah dia lakukan sudah lebih dari sekedar melangkah. Tapi melanglang buana. Dia bisa bergerak ke mana-mana dan bisa menandukkan kegembiraan di sana sini.

Hasil kerjanya terasa ada di mana-mana. Lokasi pabrik kami yang tersebar di beberapa tempat, mampu dia kelola dengan baik. Wow, tepatnya dikelola dengan sangat meriah. Maka, saya perkenalkan teman saya satu lagi yang luar biasa ini.

Lho kan saya sudah sampaikan di tulisan pertama dari tetralogi langit dan bumi ini, bahwa teman saya semuanya luar biasa. Jadi mari kita buktikan. Eh bukan itu maksudnya, mari kita belajar dan ambil semangatnya.

Saya selalu ingin gambarkan, ia bagaikan matahari bagi suasana mendung hubungan industrial di Indonesia. Atas izin Tuhan, bersamanya dan bersama teman-teman saya yang lain (yang luar biasa itu) kita bisa membangun suasana meriah dalam dunia kerja kami.

Sekarang sudah 1.300 orang lho pak Adi. Artinya sudah cukup banyak yang bisa bergembira bersama-sama dengan kita. Ingat dulu kita memulainya hanya dengan 200 orang. Itupun kemudian harus kita PHK kan 50 orang.

Sebuah syukur kita kepada Tuhan patut kita gulirkan bersama program-program yang lebih memuliakan mereka. Lebih memuliakan mereka, dari apa-apa yang mulia yang sudah kita upayakan.

Ya pak Adi, kita sudah terlalu sering mengulang kalimat itu dalam ratusan pertemuan kita. Bahkan jungkir balik, kita bahu membahu bersama teman-teman melakukan ini dan itu untuk merealisasikannya.

Saya selalu ingat cibiran atau sekedar kata-kata keraguan dari sekeliling kita. Rasanya saya sudah tidak perlu mengulang sebuah nasihat untuk meniadakan itu semua dan bangunlah sebuah bunker untuk menjaga mimpi kita.

Tidak kurang acara tahunan, bulanan, mingguan bahkan harian begitu deras mengalir di perusahaan kami. Dan acara-acara itu begitu meriah, menggerakkan banyak orang, menyegarkan pikiran, menggembirakan perasaan dan melambungkan cita-cita serta menginspirasi banyak pihak untuk bersemangat untuk maju. Termasuk jajaran management, direksi dan owner.

O iya, bagaimana dengan koperasi yang kita rintis dulu?

Saya ingat betul, sempat kita belajar dan beberapa gagal.

Tapi ternyata, itu tidak menyurutkan langkah untuk terus bergerak dan memperbaikinya. Koperasi yang dijalankan dengan memulai dari pembinaan mental dan pembentukan visi investasi masa depan, kini mulai menemukan bentuknya. Dan mulai menemukan dukungannya.

Sementara koperasi yang berbadan hukum dijalankan dulu oleh orang lain. Setelah berjalan dua tahun, awal tahun depan akan digas oleh pak Adi.

Sejauh ini kita menahan diri untuk sekedar menjadi koperasi konsumtif dan simpan pinjam. Atau menjadi koperasi sekedar nama. Karena visi kami adalah merubah pola pikir konsumtif menjadi produktif. Sehingga menjadikan investasi sebagai kegiatan utama berkoperasi. Dan koperasi ini sekarang akan disinergikan dengan bisnis perusahaan yang bergerak lumayan cepat.

Beruntung dulu kita namakan koperasi ini KOKERASA. Ya, kokerasa. Koperasi Kesejahteraan Rakyat Semesta. Dua kata terakhir asalnya nama perusahaan kita. Tapi kita rubah supaya lebih independen dan memiliki fungsi rahmatan lil alamin.

Dengan memegang kepengurusan koperasi ini akhirnya pak Adi sering berkomunikasi dengan pak Candra. Saya berpikir ini bagaikan orang langit bertemu dengan orang langit. Pasti seru!

Terakhir saya dengar mereka lagi membicarakan untuk merencanakan kegiatan marketing bersama produk provider Axis. Karena pak Adi sudah berhubungan dengan cukup intens, sementara pak Candra sudah mulai mempersiapkan rencana marketing dengan mengagendakan Axis sebagai partner.

Mari kita lihat gebrakan apa yang akan mereka gulirkan.

Mereka juga tengah membicarakan kemungkinan kerja sama strategis dengan pihak Elma Theana. Artis yang dulu terkenal dengan Xon Ce nya manna? ini memang tengah merintis sistem marketing multi level marketing produk muslim, menurut pak Adi. Dan mereka mengajak kita bersinergi.

Wah, benar-benar meriah.

Terasa betul suasana semakin mengangkasa ketika seorang optimis bertemu dengan seorang optimis lainnya. Angan-angan serasa melayang, melambung tinggi. Harapan muncul dengan begitu berbinar. Rasa optimis berpendar bersinar menerobos ke setiap relung kalbu.

Saya menulis akhir tulisan ini dengan backsound Masa-masa dari lagu yang begitu jazzy tunes namun bersemangat walau dengan sound yang adem bener

Masa-masa keraguan usai sudah kini

Masa-masa yang kan datang mari bersama hadapi

Raih cita tuk sentosa jangan bimbang ragu

Hingga tiada kata jera dalam perjuangan nanti

Tanamkan kepastian dalam meraih cita

Yang menjadi harapan

Jalan berliku dalam kehidupan

tergurat hikmah semata

Masa-masa yang bahagia menanti di sana

Namun tanpa kerja nyata dan doa pada yang esa

Kiranya kan sia-sia

Raih cita tuk sentosa jangan bimbang ragu

Hingga tiada kata jera dalam perjuangan nanti

Tanamkan kepastian dalam meraih cita

Yang menjadi harapan

Jalan berliku dalam kehidupan

tergurat hikmah semata

Masa-masa yang bahagia menanti di sana

Namun tanpa kerja nyata dan doa pada yang esa

Kiranya kan sia-sia

Masa-masa yang bahagia menanti di sana

Namun tanpa kerja nyata dan doa pada yang esa

Kiranya semua harapan

Tuk bahagia sentosa kan sia-sia


TAGS


Comment
-

Author

Follow Me