Spirit Anti KKN, Karakter Pemimpin Amanah

2 Dec 2009

Oleh : Adi Supriadi *)

Amanah per definisi adalah titipan berharga yang dipercayakan kepada kita, atau asset penting yang dipasrahkan kepada kita. Konsekuensinya, sebagai penerima amanah, kita terikat secara moral untuk melaksanakan amanah itu dengan baik dan benar. Misalnya, pemeluk agama mengakui bahwa anak adalah milik Tuhan yang dititipkan-Nya kepada orangtua untuk dididik dan dibesarkan sesuai kaidah-kaidah agama. Maka sebagai penerima amanah, orangtua bertanggung jawab membesarkan anaknya hingga mencapai kedewasaan biologis-psikologis-spiritual. Dan sudah tentu mereka harus mendidik anaknya secara baik dan benar.

Contoh lain, Martono mendapat penugasan kantor ke luar negeri. Ia punya sahabat baik sejak kecil, Marzuki namanya, yang kebetulan belum punya rumah. Martono tidak ingin mengontrakkan rumahnya karena sewaktu-waktu bisa kembali ke Indonesia. Dia merasa lebih baik menitipkan rumah itu pada Marzuki tanpa uang kontrak dengan syarat rumahnya harus dirawat dengan baik. Dia memang, sangat memercayai Marzuki, dan hitung-hitung sekaligus beramal menolong kawan yang kurang beruntung. Menerima kebaikan dan kepercayaan demikian, Marzuki senang sekali karena uang kontrak bisa ditabungnya untuk uang muka rumah BTN di masa depan. Tetapi dirinya secara moral yaitu memikul suatu tanggung jawab untuk memelihara dan menjaga rumah titipan Martono sebaik mungkin. Dengan dua contoh di atas, saya mengedepankan suatu tesis bahwa tidak mungkin ada tanggung jawab tanpa konsep amanah. Dengan kata lain, amanah mendahului tanggung jawab; tegasnya amanah melahirkan tanggung jawab.

Selanjutnya tanggungjawab memerlukan predikat baik dan benar. Artinya, suatu tanggung jawab harus ditunaikan secara baik dan benar sehingga menyamai bobot amanah yang diberikan. Jika bobot amanah dan tanggung jawab tidak seimbang, maka terjadilah mismatch yang membuat salah satu pihak dapat membebaskan diri dari ikatan moral yang terjadi. Jika bobot tanggung jawab kurang, maka pemberi amanah dapat menarik amanahnya kembali. Sang penerima kepercayaan dengan demikian kehilangan kepercayaan yang pernah dimilikinya. Jika amanah ditarik atau dikurangi bobotnya, padahal tanggung jawab penerima tetap tinggi, maka hubungan akan terputus karena penerima amanah kapok dirugikan. Jadi hanya ada satu pilihan: jika kita menerima amanah, kita harus bertanggung jawab secara baik dan benar. Dengan kata lain, dari perur amanah lahirlah bayi tanggung jawab.

Dalam menunaikan amanah tersebut, yaitu ketika kita melaksanakan suatu tanggung jawab, maka pelaksanannya tidak boleh sekedar formalitas. Maksudnya, tanggung jawab itu betul-betul harus kita laksanakan secara benar, baik esensinya, spiritnya, maupun administratif formalnya. Misalnya, seorang angota DPR yang mengemban amanah rakyat daerah Merauke, tidak cukup hanya sibuk melaksanakan tugas-tugas administratif keparlemenan, tetapi paling esensial, dia juga harus menyuarakan aspirasi rakyat Merauke yang diwakilinya. Jika itu dia abaikan, maka secara moral sesungguhnya membohongi rakyat Merauke karena spirit amanah dengan sendirinya menuntut penunaian kandungan amanah dimaksud.

Demikian juga seorang akuntan, dia tidak cukup hanya menyajikan angka-angka yang balance pada kolom debet dan kredit, tetapi lebih penting lagi, angka-angka itu harus menyatakan fakta bisnis yang benar. Di bidang lain, seorang sarjana tidak cukup hanya sekedar lulus ujian dan membuat skripsi, tetapi kelulusannya haruslah dengan proses belajar yang benar, tidak menyontek. Skripsinya pun harus benar-benar buatan sendiri, bukan modifikasi skripsi orang orang lain dengan judul sedikit berbeda yang dipesan dari tukang skripsi yang mangkal di kios-kios pingir jalan di dekat kampus. Di sini, amanah menuntut kesejatian, bukan hanya esensinya tetapi juga prosedurnya.

*) Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial Politik Keagamaan, Alumnus STAI Al Haudl Ketapang, Kalbar

Terbit : Harian Pontianakpost. Kamis,26 Juni 2008


TAGS Korupsi KKN Khalifah 2008 Spirit Karakter Pemimpin Leadership Amanah


-

Author

Follow Me