Projumina Semakin Marak

2 Dec 2009

Ketapang,- Projumina dianggap sejumlah kalangan masih belum tuntas penyelesaiannya. Diduga penyebarannya makin marak.

Pantauan Pontianak Post, maraknya projumina ini, tak hanya terjadi di dalam kota. Beberapa daerah pedalaman juga makin marak. Apalagi di daerah Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan sebagainya. Seperti dikatakan Wandi, akibat masih maraknya penyakit sosial ini, adanya kesan dua unsur penting di Ketapang (eksekutif dan legislatif) masih mengutamakan kepentingan kelompok, atau kepentingan pribadi daripada kepentingan masyarakat.

Itu mereka buktikan dengan belum diciduknya sejumlah pengusaha yang berusaha legal, namun praktiknya ilegal seperti tempat-tempat yang diduga menjadi dalang penjualan kupon putih. Begitu pula halnya tempat hiburan yang saat ini disinyalir menjadi ajang transaksi narkoba. Bahkan beberapa waktu lalu di salah satu tempat hiburan tersebut telah jatuh korban akibat mengkonsumsi narkoba.

Begitu pula persoalan prostitusi, saat ini diketahui sejumlah tempat masih terjadi ajang transaksi dan praktik prostitusi. Ini ditambah lagi dengan beredarnya VCD porno. Sebab itu sejumlah kalangan, terdiri dari Trendy Islamic Studi Club, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Al Haudl, Yayasan Muslim Kayong, Persatuan Remaja Muslim Satong, KAHMI, IPNU, beberapa waktu lalu pernah mengeluarkan pernyataan sikap antara lain, mendesak segera menuntaskan perda anti projumina seperti janji waktu yang ditentukan selama tiga bulan.

“Jika itu tidak tuntas, kami tidak menjamin terjadinya segala sesuatu di luar koridor terhadap tempat-tempat yang diduga kuat sebagai sarang projumina,” ujar Adi Supriadi, ketua umum GIB kepada Pontianak Post belum lama in.

Mereka mendesak aparat penegak hukum dapat meneruskan tiga bandar judi yang ditangkap dan diproses Polres Ketapang hingga ke meja hijau dan di hukum setimpal. (ndi)

Harian Pontianakpost. Selasa,6 April 2004, Wartawan Andi Chandra


TAGS Projumina Judi Prostitusi Miras


-

Author

Follow Me