Selamatkan Pangan Dunia!

1 Dec 2009

Oleh : Adi Supriadi *)

Krisis pangan dunia sudah tidak dapat dihindari, ada satu langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi krisis pangan global adalah dengan memperkuat dan meningkatkan produksi pangan di dalam negeri. Dalam kondisi ancaman krisis pangan global, Indonesia sebagai negara agraris masih dapat dikatakan beruntung karena dengan luasnya lahan pertanian di Indonesia dapat menjadi modal untuk dapat bertahan dan terhindar dari krisis pangan.

Pemerintah pusat hingga pemerintah daerah harus segera mendorong percepatan peningkatan produksi tercapai meski harus kerja keras untuk tidak sampai kekurangan pangan pada tahun 2008 ini hingga tahun-tahun mendatang. Harapan kita pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang, Pemerintah tidak melakukan impor beras lagi tetapi mendorong peningkatan produksi besar-besaran di seluruh petani kita, bukan hanya beras tapi juga kedelai dan sebagainya. Sehingga dengan demikian petani kita dapat lebih menikmati hasil panen mereka. Petani Indonesia pun “wajib” meningkatkan kualitas hasil panen mereka sehingga dapat membangun komoditas unggul dan pangan yang dihasilkan dapat dihargai lebih tinggi.

Bulog diharapkan dapat kompak dengan Depertemen Pertanian serta Pemerintah Daerah untuk ikut terjun dalam mendorong produksi pangan kita. Upaya peningkatan produksi juga dapat dilakukan dengan penggunaan bibit unggul dan peningkatan luas lahan yang terairi, tentunya hal ini dapat menjadi skala prioritas dalam pembangunan wilayah agraris di masing-masing daerah.

Jadi, jika tahun 2008 ini pemerintah pusat hingga pemerintah daerah berhasil mendorong petani Indonesia meningkatkan produktivitas pertaniannya dan berkualitas tinggi, maka stabilitas pangan untuk Indonesia akan tercapai dan di tahun-tahun selanjutnya Indonesia dapat meningkatkan ekspor beras. Kalau peningkatan produksi sesuai harapan, bukan saja mendapatkan keuntungan karena harga yang tinggi, kita juga bisa berkontribusi terhadap penyelamatan pangan global. Bangkitlah Indonesia dengan menjadi penyelamat pangan dunia.

* ) Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial Politik Keagamaan, Alumnus STAI Al Haudl Ketapang, Kalbar

Terbit : Harian Pontianakpost, Kamis,17 Juli 2008


TAGS Pangan Dunia 2008


-

Author

Follow Me