Pemkab Diam, Terminal Induk Jadi Tempat Kencan

27 Nov 2009

Ketapang,- TAMPAKNYA upaya pemkab melalui dinas terkaitnya, membiarkan sementara waktu untuk Terminal Induk di Payak Kumang gagal kembali. Setelah adanya pemanfaatan lahan untuk ajang anak muda memacu sepeda motornya, pemkab melalui dinas terkait kemudian melakukan pemasangan pagar dari kayu di empat pintu masuk terminal. Namun kemarin, entah kapan waktunya, pagar tersebut telah roboh oleh sejumlah oknum anak muda. Akhirnya sorenya terminal tersebut dipakai lagi buat mereka adu balap motor.

Parahnya lagi, rupanya aksi anak muda itu tidak hanya dilakukan pada sore menjelang malam saja. Mereka rupanya memanfaatkan terminal tersebut pada malam hari. Di beberapa pojok dalam kawasan terminal, bahkan sampai ruangan shelter mereka pakai untuk berkencan ria. Lebih jauh lagi, mereka tanpa ragu melakukan seks kecil-kecilan. Namun jika ini terus dibiarkan terjadi, bukan mustahil lahan terminal itupun bakal menjadi ajang transaksi seks. Apalagi suasana terminal yang pada malam harinya gelap tanpa ada penerangan sedikitpun (disengaja pemkab, karena terminal masih belum difungsikan, Red).

Masyarakat sekitar kawasan terminal inipun, sudah banyak diantaranya mengeluhkan adanya aktivitas di malam hari tersebut. Beberapa diantaranya berharap, pihak yang berwenang terutama pihak kemanan dapat segera turun mengamankan kawasan terminal. Mereka minta pula kepada pemkab untuk dapat memagar pintu masuk terminal lebih kokoh lagi. “Percuma saja, dipasangi pagar yang dari kayu dan kekuatannya masih bisa dirobohkan oleh satu orang saja. Kalau dapat dipagar kawat berduri atau dikokohkan sekali lah,” tukas salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.

Mereka juga merasa risih dengan dijadikannya terminal sebagai ajang kencan ria sejumlah remaja pada malam hari tersebut. Sementara beberapa diantara tokoh agama beberapa waktu lalu gencar memerangi aksi projumina di seputaran Payak Kumang. Namun ternyata setelah itu, kembali terjadi aksi yang menjurus pada persoalan prostitusi di terminal. “Kami minta pemkab melalui instansi terkaitnya segera mengamankan terminal sebelum dikotori dengan aksi maksiat. Bukan mustahil kalau terus dibiarkan, terminal tersebut jadi ajang transaksi kejahatan dan penyimpangan moral,” tukas Adi Supriadi, ketua GIB mengomentari.

Sejumlah tokoh agama dan tokoh pemuda lainnya juga mendukung, kalau pemkab melalui pihak yang berwenang dapat segera mengamankan terminal dari aksi mesum dan tindakan lain yang dianggap melanggar norma agama dan susila. Sebab terminal tersebut ditambahkan Al Muhammad Yani, ketua LSM Kepuyu bukan untuk perbuatan yang dipraktikan sejumlah anak muda sekarang ini. “Masa terminal beralih fungsi jadi tempat kebut liar dan aksi mesum yang sangat dilarang agama,” cetusnya.(pay)

Harian Pontianakpost, Kamis,27 Februari 2003


TAGS Pemkab Ketapang Terminal Kencan 2003


-

Author

Follow Me