Jadikan Ramadhan Bulan Taubat

27 Nov 2009

Ketapang,- Kedatangan bulan suci Ramadhan tak sampai sepekan lagi. Pembuatan pasar juadah dan upaya memakmurkan masjid sudah terlihat. Ramadhan harus dipergunakan sebaik mungkin dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Alllah SWT.

“Puasa adalah sarana yang paling efektif untuk mendidik manusia menjadi insan yang bertaqwa, sehingga mereka memiliki keberanian untuk merealisasikan syariah Islam dalam kehidupan pribadi dan sosial,” tegas Adi Supriadi.

Pembina Majelis Taklim Rohis SMUN 02 Ketapang itu mengingatkan supaya mempersiapkan diri menyambut Ramadhan. Beberapa hal yang diingatkannya, diantaranya mempersiapkan kerinduan dan kecintaan terhadap bulan suci Ramadhan untuk dapat menikmati keutamaannya. Pemuda yang sering melakukan dakwah Islamiyah itu juga mengajak agar umat mempersiapkan diri, baik akal maupun fisik. “Persiapan hati dengan banyak membaca Al-quran, shaum sunnah, zikir, doa,” katanya.

Menurutnya, persiapan akal dengan mendalami ilmu yang terkait dengan Ramadhan, juga diikuti dengan menjaga kesehatan, kebersihan dan lingkungan. Persiapan harta yang halal agar ibadah puasa diterima Allah SWT juga diingatkannya. “Rencanakan peningkatan prestasi ibadah pada bulan Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun lalu,” katanya.

Menjalankan rukun agama Islam di dalam suci Ramadhan haruslah diiringi hati yang ikhlas. Segala adab yang termaktub dalam Al-quran dan sunnah akan semakin khusuk dilaksanakan. Allah mencintai umatnya yang taqwa. Oleh karenanya ibadah puasa (shaum), sholat tarawaih, tilawah quran memperbanyak zikir dan doa, membayar zakat, infaq dan melakukan itikap pada sepuluh hari terakhir (Asyrul Akhir) harus dilakukan dengan keihklasan.

Dalam Ramadhan umat Islam juga harus memperbanyak istifar dan tobat kepada Allah SWT. Mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada sesama manusia yang dizaliminya serta mengembalikan hak-hak mereka. “Ramadhan juga harus dijadikan sebagai syahrut tarbiyah dan syahrut dakwah (bulan pendidikan dan dakwah),” kata Adi Supriadi.

Selain sebagai bulan dakwah, Ramadhan juga dikenal sebagai syahrul jihad. Kesucian dan kebersihan jiwa akan semakin “indah” dalam menjalankan ibadah puasa. Ramadhan bukan berarti memperkecil makna untuk mencari nafkah. Akan tetapi sebaliknya, dengan merasakan nikmat Ramadhan, semua umat diajarkan untuk berbuat maksimal dalam segala sektor untuk mencari berkah Allah SWT. “Untuk itu dengan Ramadhan kita diharapkan dapat menajamkan mata hati (bashirah). Dengan begitu umat tak akan menjadi manusia yang selalu mencari kesalahan orang lain,” ujarnya.(ndi)

Harian Pontianakpost, Minggu,19 Oktober 2003 (Wartawan Andi Chandra)



TAGS Ramadhan Taubat


-

Author

Follow Me