2002, Kasus Narkoba Meningkat

27 Nov 2009

Perkokoh Pertahanan Keluarga dengan Waskat

BERBAHAYA ! Kasus Narkoba selama tahun 2002 meningkat tajam. Itu terdata dari aksi yang dilakukan aparat keamanan terhadap pelaku-pelaku yang terlibat. Berdasarkan data yang didapat Pontianak Post dari Kejaksaan Negeri Ketapang, selama tahun 2002 telah masuk delapan kasus narkoba. Dari delapan kasus itu tiga diantaranya sudah di vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ketapang. Sedangkan lima lainnya, masih dalam proses persidangan. Dengan data ini, tidak menutup kemungkinan masih ada sejumlah kasus penyalahgunaan narkoba yang belum terungkap. Ini didasarkan pada teori gunung es. Sebab itu aparat keamanan diminta dapat lebih proaktif lagi menangani kasus narkoba untuk tahun ini.


“Itu juga tidak terlepas dari peran serta seluruh stakeholders yang ada di Ketapang ini. Baik itu para penegak hukum, pemerintah, organisasi massa dan remaja. Terpenting lagi peran orang tua beserta masyarakat. Sebab kasus narkoba ini banyak dialami para remaja. Kita berharap adanya upaya memperkoko pertahanan keluarga dengan kontrol yang ketat dan pembinaan ahlak serta moral yang tepat. Dengan data yang tergambar di atas, kita sudah bisa memprediksikan bahwa penyalahgunaan dan pemakaian narkoba ini sudah marak di Ketapang. Mau jadi apa generasi kita di masa datang,” tukas Adi Supriadi, Ketua GIB Ketapang.

Sementara itu dari delapan kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri Ketapang, Jeffry Angker, SH, Kepala Kejari menerangkan, tiga kasus yang sudah di Vonis Pengadilan Negeri Ketapang, pihaknya sudah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Kalbar. Satu kasus masih dalam proses banding, sedangkan dua kasus sudah turun putusan bandingnya. Satu kasus diputuskan PN Ketapang atas nama Febrian S. Dalam putusan PN Ketapang, ia dikembalikan ke orang tuanya dengan pertimbangan di bawah umur. Namun pihak Kejaksaan Negeri menyatakan banding, dan diputuskan PT hukuman setahun penjara. Ia dikenakan dijerat pasal 78 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika.

“Begitu pula dua kasus yang masih dalam proses banding. Kami ajukan tuntutan hukum sesuai dengan Undang Undang Nomor 22 tahun 1997. Alasan kami mengajukan banding karena vonis yang dijatuhkan majelis hakim tidak sesuai dengan tuntutan kami. Kami menuntut dua terdakwa masing-masing Junaidi (28 tahun) dan Ahmad S (22 tahun) 12 tahun penjara. Majelis hakim memutuskan masing-masing enam tahun. Akhirnya Junaidi diputus PT sembilan tahun enam bulan, ia dijerat pasal 78 point a dan b. Sedangkan Ahmad S, saat ini sedang dalam proses di PT. Ia dijerat pasal 82 huruf F poin a dan b,” terangnya.

Sedangkan lima kasus yang masih dalam proses antara lain, Beli Forda (32 tahun), Fuadi alias Evo (42 tahun) dan Jumadi alias Bujang (32 tahun). Ketiganya dijerat Undang Undang Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. Sedangkan Fitriansyah (21 tahun) dan Yasir (23 tahun) dijerat UU Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika.

Melihat peningkatan kasus yang terungkap di tahun 2002 lalu, kelompok organisasi Islam GIB (Gema Ibnul Khatab) memberikan beberapa solusi kepada masyarakat dan pemkab. Diantaranya memperkokoh pertahanan keluarga dengan mengadakan pengontrolan yang ketat terhadap anggota keluarga terutama anak -anak usia sekolah. Pihak sekolah dihimbaunya, dapat meningkatkan disiplin kegiatan belajar mengajar serta membuat program ekstrakurikuler keagamaan dan mewajibkan siswa untuk mengikutinya. Masyarakat dan seluruh komponen diharapkan dapat bekerjasama memerangi kemaksiatan yang di dalamnya terdapat prostitusi, judi, miras dan narkoba.

Itu menurut kelompok organisasi Islam ini, bukan hanya tugas aparat penegak hukum saja. “Kita semua juga memiliki tanggung jawab. Bila perlu bentuk tim penertiban sampai ke tingkat dusun dan RT. Hentikan meniru budaya asing yang mendangkalkan aqidah kita. Tokoh masyarakat dan masyarakat muslim seluruhnya harus berlomba - lomba dalam kebaikan serta bersama-sama memerangi projumina sehingga menjadi teladan bagi siapa saja. Pemkan harus mempunyai sikap tegas (pay)

Harian Pontianakpost, Selasa,14 Januari 2003 (Wartawan : Yutfi Asmadi)


TAGS 2002 Narkoba


Comment
-

Author

Follow Me